Indralaya,- Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir, melaksanakan agenda reses pada masa sidang ke III di bulan Juli tahun 2025 ini.
Reses merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan bagi setiap anggota DPRD untuk turun ke lapangan, bertemu dan bertatap muka dengan konsituen guna menyerap aspirasi, usulan dan berbagai kepentingan yang ada tengah masyarakat.
Seperti halnya yang dilakukan anggota DPRD Dapil IV Kabupaten Ogan Ilir, keenam anggota DPRD yang terpilih di Dapil IV yaitu, H. Joni Sastra, Muhammad Sayuti, S.H., Basri M. Zahri, Arsudin Ruslan, Hipni dan Hernawan, para anggota DPRD ini telah melakukan reses di Dapil IV yang meliputi Kecamatan Rambang Kuang, Muara Kuang dan Lubuk Keliat.
Muhammad Sayuti, S.H. yang sempat di konfirmasi menyatakan, bahwa benar para anggota DPRD yang terpilih di Dapil IV Ogan Ilir tengah melakukan kegiatan reses, turun menemui masyarakat guna melaksanakan penyerapan aspirasi dari masyarakat Dapil IV.
“Ada banyak hal yang disampaikan masyarakat kepada kita, pada saat melakukan reses pada masa sidang ke III ini,” ungkapnya, Sabtu, 12 Juli 2025.
Adapun aspirasi masyarakat, yakni, menuntut segera dilakukan perbaikan infrastruktur berupa jalan dari Simpang Meranjat ke Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang, dan dari Simpang Tanjung Raja ke Kecamatan Muara Kuang.
“Karena jalan yang dimaksud memang terdapat banyak kerusakan dan belum juga diperbaiki, sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat sangat terhambat,” lanjutnya.
Kemudian, masyarakat juga meminta perbaikan berbagai gedung, serta bantuan perlengkapan sarana dan prasarana bagi sekolah negeri maupun swasta.
“Selanjutnya, permasalahan masih sering terjadinya pemadaman listrik PLN yang sering terjadi dalam kurun waktu yang lama,” katanya lagi.
Masalah kemudahan dalam pembuatan Kartu KIS, peningkatan pelayanan kesehatan dan permasalahan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan bantuan sosial lainnya.
Lalu, adanya tuntutan masyarakat terhadap pencabutan HGU PT BSP yang sudah habis pada tanggal 31 Desember 2020. Dalam hal mana masyarakat desa penyangga yang berada di sekitar perusahaan, seperti masyarakat Desa Sukananti, Kayuara, Tanjung Miring, dan Tangai, belum merasakan betul kebermanfaatan dari adanya PT BSP tersebut.
Tuntutan masyarakat agar PT Cinta Manis bisa memberikan kemudahan dalam penerimaan tenaga kerja lokal, dan pemenuhan kesejahteraan desa sekitar perusahaan melalui pemberian dana CSR perusahaan.
Masyarakat juga meminta adanya bantuan bibit pertanian dan peternakan serta kemudahan, dalam membuat kelompok tani guna memaksimalkan produktivitas masyarakat.
“Selain itu, masyarakat meminta dilakukannya tebas bayang di sepanjang bahu jalan, yang telah terjadi penyempitan akibat banyaknya semak belukar yang memenuhi jalan,” sebutnya. (***)







