Palembang,- Beberapa nama dipastikan akan bersaing memperebutkan kursi sebagai ketua Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Provinsi Sumsel Periode 2026-2030.
Mereka bakal bersaing memperebutkan suara dari para anggota DPP Inkindo se-Sumsel pada Musyawarah Provinsi (Musprov) yang bakal digelar di bulan Mei 2026 mendatang.
Dosen, Peneliti Lingkungan Binaan dan Praktisi Arsitektur, Dr. H. Bambang Wicaksono, S.T., M.T. pun turut menyoroti persaingan merebutkan kursi INKINDO Sumsel yang diharapkan mampu membawa kemajuan INKOINDO Sumsel kedepan.
Dari beberapa nama, Bambang Wicaksono yang juga Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumsel nama Ir. ENDANG PU. ISHAK, SH., MSI dinilai layak dan mampu mengemban amanah sebagai Ketua INKINDO Sumsel kedepan.
Menurut Bambang, ia mengenal Endang PU dalam berbagai forum, baik sebagai rekan sesama praktisi pembangunan di Sumsel, sebagai mitra diskusi dalam perumusan kebijakan tata ruang dan perumahan maupun dalam pertemuan-pertemuan organisasi profesi dan sosial kemasyarakatan.
“Dari sekian banyak interaksi tersebut, saya berkesimpulan bahwa Endang PU adalah sosok pemimpin yang langka memadukan ketajaman teknis konsultan dengan kedewasaan politisi dan ketulusan pelayan masyarakat, berikut adalah beberapa poin penting yang menjadi dasar pemikiran saya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Endang PU bukan sekadar konsultan dengan satu keahlian, beliau memiliki rekam jejak panjang di bidang arsitektur, struktur, sipil, kawasan, dan urban desain. Hal ini memberinya perspektif holistik dalam menangani proyek-proyek pembangunan, mulai dari skala mikro (bangunan) hingga makro (tata ruang wilayah).
“Ya. sebagai akademisi di bidang arsitektur dan perencanaan, saya melihat bahwa pengalaman teknis Endang PU sangat mumpuni dan relevan dengan tantangan jasa konsultansi saat ini, yang menuntut pendekatan multidisiplin dan terintegrasi. Kapasitas teknis dan pengalaman multi-disiplin tidak diragukan lagi,” bebernya.
Dalam setiap forum, lanjut Bambang, Endang PU selalu tampil sebagai pribadi yang kalem, komunikatif dan penuh penghormatan terhadap pendapat orang lain. Ia tidak mudah terpancing emosi, tetapi justru menjadi perekat ketika terjadi perbedaan pandangan.
“Saya pernah menyaksikan langsung bagaimana beliau memimpin rapat koordinasi pembangunan yang melibatkan banyak pihak dengan kepentingan berbeda. Dengan sabar dan pendekatan persuasif, beliau mampu menemukan titik temu tanpa mengorbankan prinsip-prinsip teknis dan profesional. Karakter seperti ini, menurut saya, adalah modal utama untuk memimpin organisasi sebesar INKINDO Sumsel yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang keahlian dan kepentingan usaha,” ujar Bambang.
Bambang juga menilai, tidak banyak konsultan yang memiliki pengalaman sebagai Ketua DPRD setingkat Kabupaten. Pengalaman ini, mengajarkan Endang PU tentang pengambilan keputusan kolektif, penganggaran publik, dan advokasi kebijakan. Kemampuan ini sangat diperlukan untuk menjalin kemitraan yang sehat antara INKINDO dengan pemerintah daerah, baik dalam hal penjadwalan tender, standar biaya, maupun peningkatan kualitas hasil konsultansi.
“Selain itu, peran aktif beliau di partai politik dengan menjaga konsistensi dan kondusivitas organisasi menunjukkan bahwa Endang PU paham betul bagaimana mengelola dinamika internal, merangkul perbedaan, dan menjaga soliditas tim. Dalam konteks INKINDO, ini akan sangat bermanfaat untuk menyatukan berbagai unsur dan meminimalisir konflik internal yang sering menghambat kemajuan organisasi. Kemampuan manajerial dan pengalaman organisasi pun layak diperhitungkan,” ungkapnya.
Satu hal yang paling mengesankan, lanjut Bambang, Endang PU memiliki bakat alami sebagai penengah. Ia tidak pernah memihak secara emosional, melainkan selalu mencari solusi yang adil dan rasional. Dalam pertemuan-pertemuan yang sempat memanas karena perbedaan pandangan antar anggota konsultan, Endang PU dengan tenang mengajak semua pihak duduk bersama, mendengarkan satu persatu, lalu merumuskan jalan keluar yang dapat diterima semua pihak.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana konflik yang sempat mengganggu kerja sama antar konsultan dapat diselesaikan secara damai di bawah fasilitasi beliau. Kemampuan seperti ini onflik resolution skill adalah aset langka yang sangat dibutuhkan seorang ketua organisasi profesi. Karena di mana ada orang, di situ ada potensi gesekan. Seorang ketua harus bisa menjadi juru damai sekaligus pemersatu,” tegasnya.
Selain berpengalaman, masih kata Bambang, ia dikenal memiliki pergaulan yang sangat luas, tidak hanya di kalangan konsultan dan insinyur, tetapi juga dengan birokrat, politisi, akademisi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Jaringan ini bukan sekadar untuk kepentingan pribadi, tetapi selalu menggunakannya untuk membuka peluang kerja sama, mempromosikan profesi konsultan, dan mengadvokasi kepentingan anggota INKINDO. Saya yakin, dengan jaringan yang kuat.
“Saya yakin, Endang PU akan mampu membawa INKINDO Sumsel lebih dikenal dan diperhitungkan di tingkat nasional,” ujarnya.
Mengakhiri perbincangan, ia melihat dari berbagai percakapan dengan Endang PU, dirinya menangkap kesungguhan dan ketulusan untuk mengabdikan diri bagi kemajuan INKINDO Sumsel, tidak terdorong oleh ambisi pribadi atau kepentingan sesaat, melainkan oleh panggilan untuk menyatukan, memberdayakan konsultan lokal, meningkatkan standar profesional, dan membuka peluang usaha yang lebih adil dan transparan.
“Visi beliau untuk menjadikan INKINDO Sumsel Berdaya, Inovatif Maju Untuk Semua sehingga menjadi rumah bersama yang kuat dan bermartabat, selanjutnya saya meyakini bahwa di tangan dingin beliau INKINDO Sumsel akan mengalami kemajuan yang signifikan, baik dari sisi tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi anggota, maupun perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” tutupnya. (**)







